Selasa, 05 November 2013

Etika Bisnis



 ETIKA BISNIS

Definisi Etika Menurut Ahli 

Drs. O.P. Simorangkir

      Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat

      Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Rosita noer

     Etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Drs. H. Burhanudin Salam

      Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995)

      Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral

Menurut Maryani & Ludigdo (2001)

      Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi


Menurut filsuf Yunani kuno Socrates

      Etika adalah penyelidikan kehidupan.
Etika juga dapat didefinisikan sebagai; ilmu praktis yang berkaitan dengan moralitas tindakan manusia, ilmu tindakan manusia yang berfungsi sebagai referensi untuk apa yang benar atau apa yang salah, semacam penyelidikan ilmiah ke dalam prinsip-prinsip moralitas, cara mempelajari perilaku manusia dari titik pandang dari apa yang disebut moralitas, suatu jenis ilmu pengetahuan yang meletakkan prinsip-prinsip hidup yang tepat, sebuah studi tentang kejujuran dari perilaku manusia, ilmu praktis yang panduan dalam tindakan manusia serta bagaimana manusia hidup benar dan baik, dan itu adalah ilmu yang normatif dan praktis dan berbasis pada alasan yang mempelajari perilaku manusia serta memberikan norma kejujuran alam serta integritas.

Magnis Suseno
Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup dalam moralitas. moralitas adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup.

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.


Menurut pendapat saya apabila melihat definisi dari etika menurut beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan etika adalah suatu cabang dari ilmu filsafat yang membahas tentang perilaku manusia mulai dari baik buruk, benar salah, tanggung jawab dan terdapat pula norma-norma di dalamnya.


DEFINISI BISNIS MENURUT PARA AHLI

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk men dapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis medapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namu  tidak semua bisis mengejar keuntungan contohnya seperti, bisnis koperatif yag bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, serikat pekerja.

Secara eetimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya-penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis(hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian”. Penggunaan yang lebih luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Berikut ini merupakan beberapa definisi bisnis menurut para ahli :

Huat, T Chwee (1990)

Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (business then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society).

Steinford (1979)

Business is an institution which produces goods and services demanded by people. Artinya bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat menigkat maka, lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memperoleh laba.

Griffin dan Ebert (1996)

“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktivitas yang meyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.
Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU), dan SIUP serta usaha informal lainnya.

Hughes dan Kapoor

“Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”. Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (total revenues) lebih besar dari total biaya (total costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.






Allan Afuah (2004)

“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry.
Artinya bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut entrepreneur.

Glos, Steade dan Lowry (1996)
Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.

Musselman dan Jackson (1992)

Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

Mahmud Machfoed

Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Brown dan Petrello (1976)

“Business is an instituion which produces goods and service demanded by pepople”. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat , maka lembaga bisnis pun akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

 Jadi menurut saya Bisnis adalah, suatu lembaga yang menghasilkan produk berupa barang ataupun jasa untuk dikonsumsi kebutuhan masyarakat luas yang menghasilkan suatu laba.profit.


PENGERTIAN ETIKA BISNIS

Velasquez,2005

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterpkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.

Hill dan Jones (1998)

Menyatakan bahwa etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah san benar guna memberikan perbekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks. Lebih jauh ia mengatakan, “ Most of us already have a good sense of what is right and what is wrong. We already know that is wrong to take action that put the lives other risk”. Artinya ialah sebagian besar dari kita sudah memiliki rasa yang baik dari apa yang benar dan apa yang salah. Kita sudah tahu bahwa salah satu untuk mengambil tindakan menempatkan risiko kehidupan yang lain”.

Steade et al (1984:701)
Dalam bukunya “ Business,Its Natura and Environment An Introduction” memberi batasan yakni, “ Business ethic standards that concern both the ends and means of business decision making”. Artinya Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.




Business & Society-Ethics and Stakeholder Management (Caroll & Buchholtz, dalam Iman,2006)  

Ethics is the discipline that deals with what is good and with moral duty and obligation. Ethics can also be regarded as a set of moral principles or values. Morality is a doctrine or system of moral conduct. Moral conduct refers to that which relates to principes of right and wrong in behavior. Business ethics, therefore is concerned with good and bad or right and wrong behavior that takes place within a business context. Concepts of right and wrong are increasingly being interpreted today to include the more difficult and subtle questions of fairness, justice, and equity.
Artinya adalah disiplin yang berurusan dengan apa yang baik dan buruk dan dengan tugas dan kewajiban moral. Etika juga dapat diangap sebagai seperangkat prinsip moral atau nilai. Moralitas adalah doktrin atau sistem perilaku moral. Moral perilaku yang didasarkan pada apa yang terkait dengan prinsip benar dan salah dalam perilaku. Etika bisnis, oleh karena itu terkait dengan perilaku yang baik dan buruk atau benar dan salah yang terjadi dalam konteks bisnis. Konsep ini lebih sering diartikan benar dan salah untuk memasukkan pertanyaan-pertanyaan lebih sulit dan halus keadilan, keadilan dan kesetaraan.

Sim (2003)
Dalam bukunya Ethics and Corporate Social Responsibility-Why Giants Fall menyebutkan Ethics is a philosophical term derived from the Greek word”Ethos”, meaning character or custom. This definition is germare to effective leadership in organizations in that it connotes an organization code conveying moral integrity and consistent values in service to the public.
Artinya Etika adalah istilah filosofis yang berasal dari “rtos”, kata Yunani yang berarti karakter atau kustom. Definisi erat denga kepemimpinan yang efektif dalam organisasi, dalam hal ini berkonotasi kode organisasi menyampaikan integritas moral dan nilai-nilai yang konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menurut saya etika bisnis adalah etika atau displin moral yang menuntut kita untuk bertangung jawab dalam perilaku ketika berbisnis.


Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiata bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu,perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan mitra kerja, pemegang saham, dan masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hokum dan peraturan yang berlaku.

Etika bisnis dapat menjadi standard an pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang professional.

Dalam menciptakan etika bisnis , ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah:

Ø    Pengendalian diri
Ø    Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
Ø    Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
Ø    Menciptakan persaingan yang sehat.
Ø    Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”.
Ø    Menghindari sifat 5K(katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, Komisi).
Ø    Mampu menyatakan yang benar itu benar.
Ø    Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah.
Ø    Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
Ø    Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
Ø    Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.


Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam etika, yaitu :

1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik,hokum, dan sistem lainnya dimana bisnis beroperasi.


2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktikdan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

3.   Individu
     Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industry dan juga masyarakat.

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hokum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas darin ketentuan yang diatur oleh hokum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hokum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur ketentuan hukum.

Von der Embse dan R.A Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal (1988) memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :


1.      Utilitarian Approach
Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya yang serendah-rendahnya.

2.      Individuals Right Approach
Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabbila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

3.      Justice Approach
Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan meiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu lansdasan yang kokoh.

Contoh kasus etika bisnis :

1.      Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor tersebut menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.

2.      Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya Rp.500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mereka harus membayarnya. Kemudian pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti transparansi.

3.      Pada tahun 1990-an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industry energi dan saat itulah Enron sukses memasok energy ke pangsa pasar yang begitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari siklus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming industry energy, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai “Sparkspead”. Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yanga da di pasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasi baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001.


Sumber :
http://rifkygusma.blogspot.com/2009/10/definisi-etika-profesi-akuntansi.html
http://www.scribd.com/doc/8365104/PENGERTIAN-ETIKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
Noer, Rosita.1998. Menggugah Etika Bisnis Orde Baru. Pustaka Sinar Harapan: Jakarta.


Senin, 14 Oktober 2013

DEFINISI ETIKA PROFESI



DEFINISI ETIKA PROFESI


Definisi Etika Menurut Ahli :
1.      Drs. O.P. Simorangkir
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

2.      Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

3.      Rosita Noer
Etika adalah ajaran(normatif) dan pengetahuan(positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

4.      Drs. H. Burhanudin Salam
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menetukan perilaku manusia dalam hidupnya.

5.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995)
Etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

6.      Menurut Maryani & Ludigdo (2001)
Etika adalah seperangkat aturan dan norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.

7.      Menurut Filsuf Yunani Kuno Socrates
Etika adalah penyelidikan kehidupan. Etika juga dapat didefinisikan sebagai ilmu praktis yang berkaitan dengan moralitas tindakan manusia, ilmu tindakan manusia yang berfungsi sebagai referensi untuk apa yang benar atau apa yang salah, semacam penyelidikan ilmiah ke dalam prinsip-prinsip moralitas, cara mempelajari perilaku manusia dari titik pandang dari apa yang disebut moralitas, suatu jenis ilmu pengetahuan yang meletakkan prinsip-prinsip hidup yang tepat, sebuah studi tentang kejujuran dari perilaku manusia, ilmu praktis yang panduan dalam tindakan manusia serta bagaimana hidup benar dan baik, dan itu adalah ilmu yang normatif dan praktis dan berbasis pada alasan yang mempelajari perilaku manusia serta memberikan norma kejujuran alam serta integritas.

8.      Magnis Suseno
Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup dalam moralitas. Moralitas adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup.

Etika (Yunani Kuno : “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan” ) adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Menurut pendapat saya etika adalah aturan atau ajaran baik atau buruknya suatu hal yang mengikat masyarakat secara umum untuk mematuhi hal tersebut untuk mewujudkan kehidupan yang baik.

Definisi Profesi Menurut Ahli :
1.        Menurut Ornstien dan Levine 1984
Profesi adalah melayani masyarakat, merupakan karir yang dilakukan sepanjang hayat. Melakukan bidang dan ilmu dan keterampilan tertentu. Memerlukan latihan khusus dalam jangka waktu yang lama. Melakukan status sosial dan ekonomi yang tinggi.
2.        Menurut Danin,2002.
Secara estimologi, istilah profesi berasal dari bahsa inggris yaitu profession atau bahasa latin profecus yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi, profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental.
Profesi berasal dari bahasa latin “ Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.

3.        Menurut Sanusi et all (1991)
Mengatakan bahwa profesi adalah suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikan yang menetukan (erusial).

4.        Menurut The George  
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Menurut saya profesi adalah pekerjaan yang ditekuni atau didalami seorang ahli dalam bidang tersebut sehingga menjadi pekerjaan yang tetap untuk orang tersebut.

Definisi Etika Profesi Menurut Ahli

1.         Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi.
2.        Etika profesi adalah cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.
3.         Etika profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu. Contoh : pers dan jurnalistik, engineering (rekayasa), science,medis/dokter,dsb.
4.         Etika profesi berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek).
5.         Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para angglta masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama. (Anang Usma,SH., MSi)

Menurut saya etika profesi adalah aturan-aturan atau norma standar perilaku serta tanggung jawab yang ditetapkan pada profesi tersebut agar tidak terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan oleh orang-orang di bidang profesi tersebut.

Sumber :
http://rifkygusma.blogspot.com/2009/10/definisi-etika-profesi-akuntansi.html


Noer, Rosita.1998. Menggugah Etika Bisnis Orde Baru. Pustaka Sinar Harapan: Jakarta.






 


Sabtu, 20 Juli 2013

Investors dumping bonds

Investors dumping bonds

  @CNNMoneyInvest July 2, 2013




 bond fund flows




NEW YORK (CNNMoney)

Investors bolted out of bonds last month, yanking a record $80 billion from bond mutual funds and exchange traded funds, according to TrimTabs.

Those who fled were spooked by Federal Reserve chairman Ben Bernanke's recent announcement that the central bank could start pulling back on its bond purchase program later this year.
While fears that the bond market will collapse when the Fed begins reversing its stimulus programs are overblown, Oliver Pursche, president of Suffern, N.Y.-based investment advisory firm Gary Goldberg Financial Services, says bonds are still "very overvalued."
In fact, many of his firm's clients have light exposure to bonds.
Pursche said it doesn't make sense to hold long-term bonds because they will lose value as interest rates rise from their record low levels.
During the past two months, the iShares Barclays 20+ Year Treasury bond fund (TLT) has declined nearly 11%, while the 10-year Treasury yield has climbed to 2.5% from 1.6% in early May.
"We looked at bonds and made a fairly early call that they've become a very risky asset class as a result of artificially low yields that have been pushed down by monetary policy," said Pursche, whose firm has been bearish on bonds for the past year and a half.
For clients who can withstand a bit of volatility, Purshe invests in short-term bonds to dampen the ups and down of the market, but largely relies on high quality dividend paying stocks, such as Verizon (VZ, Fortune 500), AT&T (T, Fortune 500) and GlaxoSmithKlein (GSK), to generate income and deliver returns.
Given the ultra-low interest rate backdrop backdrop, Purshe had been wondering what took so long for investors to finally start pulling money out of their bond funds, and said there's still more room to go.
While the recent withdrawal reverses nearly three-quarters of this year's inflow into bonds, it doesn't even make a dent on the $1 trillion investors have plowed into bond funds since the financial crisis. To top of page


3 Reasons to Consider Spanish Stocks

3 Reasons to Consider Spanish Stocks

 By Russ Koesterich, CFA |

Europe is far from out of the woods.

Bond yields in Italy and Spain are creeping higher. The region also still faces record high unemployment, a lack of growth, a fragile banking system and political dysfunction.
But while I generally remain cautious on Europe, I am starting to see some modest improvement in some of the peripheral countries — particularly in Spain. In fact, as I write in my latest Investment Directions and weekly commentary pieces, I’ve recently upgraded my view of Spanish stocks to neutral from underweight. While Spain continues to face severe growth headwinds, there are three main reasons why I’m less concerned about the market now:
1.)   Improving Profitability. Following the completion of the Spanish government’s mandated cleanup of the country’s real estate sector and banks, Spanish corporate profits are expected to recover, albeit from a low base.
2.)   Attractive Valuations. While the Spanish economy will likely continue to struggle this year and into next, most of the bad economic news is now priced into current valuations. This is thanks to Spanish stocks’ massive underperformance in recent years. Since I initiated my underweight call on Spain at the end of 2011, Spanish stocks have underperformed other developed markets by around 20%.
3.)   Reduced Risks. Finally, the market’s risks have been reduced due to the European Central Bank’s (ECB) proposed asset purchase program, which is designed to fuel Europe’s growth.
However, Spanish stocks aren’t without their risks. One potential roadblock on the horizon for both Spanish and European stocks: An upcoming ruling from the German constitutional court on the legality of the ECB’s proposed asset purchase program.
In addition, until we see more aggressive measures from the ECB to boost lending to small- and medium-sized enterprises in Southern Europe, it’s hard to envision a quick turnaround for the region.
However, Europe has one distinct advantage to domestic equities: market watchers’ low expectations. In the current environment, even modest signs of good news can have a positive impact on European equities in general and on Spanish stocks. The latter can be accessed through the iShares MSCI Spain Index Fund (EWP).

Source: Bloomberg
In addition to the normal risks associated with investing, international investments may involve risk of capital loss from unfavorable fluctuation in currency values, from differences in generally accepted accounting principles or from economic or political instability in other nations. Securities focusing on a single country may be subject to higher volatility.

Sumber :
 http://isharesblog.com/blog/2013/06/17/3-reasons-to-consider-spanish-stocks/?cmp=isharesblog&chn=ppcsyn&c=Dianomi&kw=Spanish%20Stock%20Market&utm_campaign=isharesblog&utm_medium=cpc&utm_source=Dianomi&utm_term=Spanish%20Stock%20Market

Portugal ruling party vows to meet bailout goals after pact talks fail

Portugal ruling party vows to meet bailout goals after pact talks fail

 
LISBON | Sat Jul 20, 2013 2:10pm EDT
(Reuters) - Portugal's ruling Social Democrats (PSD) said on Saturday their coalition government would press on with meeting the country's economic bailout goals after talks on a broader political deal sought by the president collapsed.
Reigniting a three-week-old political crisis, the two centre-right coalition parties and main opposition Socialists broke off talks on Friday on a "national salvation" pact to ensure an EU/IMF bailout stays on track, leaving it to the president to decide how to proceed.
President Anibal Cavaco Silva will make a televised statement on Sunday at 8:30 p.m. (1930 GMT), the president's office said. It would not provide any details.
"We consider there are conditions of stability and cohesion in the coalition, that there are conditions for us to be able to fulfill the memorandum of understanding and lay the basis for sustainable growth and conditions for greater social justice," PSD vice-president Jorge Moreira da Silva told reporters.
"We lament the result of this dialogue process, but the Portuguese people know they can keep counting on us," he said, adding that his party awaited the president's evaluation "with serenity and confidence".
Political turmoil has already forced Lisbon to request a delay in the eighth review of the bailout by its creditors, originally scheduled to start last Monday, until the end of August or early September.
The 78-billion-euro ($102.5-billion) bailout program and accompanying austerity policies are associated with the worst recession in Portugal since the 1970s.
The centre-left Socialists said the ruling coalition had rejected most of their proposals aimed at ending the austerity policies and renegotiating the terms of the bailout.
The government says abandoning austerity would undermine Lisbon's credibility with lenders and investors.
The crisis, which started as an internal political rift in the ruling coalition and expanded to a debate over the rescue plan and a possible early election next year, has threatened to derail Portugal's planned exit from the bailout and full return to debt markets in mid-2014.
Analysts say the situation remains very uncertain but the president could still avoid an escalation of the crisis, and a likely blowout in Portugal's debt risk premiums, by keeping the ruling coalition in place rather than using his power to dissolve parliament and call a snap election.
He last week declined to say what the alternatives were if there was no cross-party pact.
The government easily defeated a parliamentary no-confidence motion on Thursday and said this had confirmed its legitimacy to govern.
(Editing by Sonya Hepinstall)


Sumber :
http://www.reuters.com/article/2013/07/20/us-portugal-crisis-idUSBRE96J08X20130720

Gold: Time to buy now?

Gold: Time to buy now?

gold ytd 

NEW YORK (CNNMoney)

Gold has been a losing investment for months.

But in the last six days, the precious metal seems to have regained some of its luster, rising 5.8%. Last week, gold recorded its biggest weekly percentage gain since 2011, and it came after four weeks in a row of losses.
Some believe this could be the beginning of a new momentum.
"We're in process of finding a bottom," said Jeff Nichols, managing director of American Precious Metals Advisors.
Since April, investors have abandoned gold in favor of the stock market, where they have chased higher returns.
The price of gold is off sharply from the record highs of 2011, when it touched $1,900 an ounce. Despite its gains this past week, gold is still down about 24% since the beginning of the year. It's currently changing hands in the futures market at $1,284 an ounce.
Gold has been pummeled because of worries over the Federal Reserve scaling back its economic stimulus policies. Such a move takes away gold's value as a hedge against inflation. In the years after the financial crisis and recession, investors had rushed to buy gold because they bet that the Fed's extensive bond buying would undermine the U.S. dollar and drive up consumer prices.
Another big reason why gold has been depressed lately is that economic growth is slowing in emerging markets, including China and India, both of which are large buyers of physical gold.
Still, some veteran gold watchers say the sell-off presents an opportunity. Longer term investors might want to bulk up on the metal because there are no signs that appetite for gold from consumers in Asia has waned. At the same time, supplies from gold mines remains tight.
Nichols from American Precious Metals Advisors believes that gold prices over the next three to five years could surpass the 2011 highs.
He stressed, however, that gold buyers need to be patient. "It's not clear we will have a quick turnaround," he said.
Related: Is gold losing its safe haven appeal?

Gold got a boost last week after Fed chairman Ben Bernanke said U.S. monetary policy will remain "highly accommodative" for the foreseeable future.
The remark lowered expectations that the Fed will begin to cut back on its $85 billion-per-month bond-buying program this year.
"I think the Fed is being overly optimistic and won't get around to tapering this year," said Chuck Butler, president of EverBank World Markets. "If that's the case, then I think gold will really start to rebound."
Butler said gold prices could climb back to $1,450 an ounce if the Fed delays tapering. But he cautioned that the market has been extremely volatile and that further declines cannot be ruled out.
He noted that the cost to bet against gold, by shorting, has increased recently. That suggests that speculators are becoming less convinced that gold is headed lower.
Gold prices in the futures market are mainly driven by short-term traders, such as hedge funds, that rarely take possession of physical gold, said Steven Feldman, chief executive of Gold Bullion International.
But he said demand for physical gold, including bars and coins, has been strong in China and other Asian markets.
Related: Gold bugs regain some swagger
Feldman said the fundamentals of supply and demand should push gold higher over the long term.
Despite an expected slowdown in China, he said demand for physical gold, including jewelry, should remain robust in the world's second largest economy. In addition, he said gold should continue to benefit as global central banks look to diversify their reserves.
Meanwhile, gold supplies have tightened.
Feldman said miners are "under siege" in some parts of the world as "resource nationalism" is on the rise.
"I'm very bullish long term based on the fundamentals," he said. "Supply isn't going to go up, and demand is strong as China continues to grow, central banks diversify and investors warm up." To top of page


Factory, labor market data offer bright signs for economy

Factory, labor market data offer bright signs for economy

 
WASHINGTON | Thu Jul 18, 2013 2:34pm EDT
(Reuters) - New claims for jobless benefits fell last week and factory activity picked up in the Mid-Atlantic region in early July, signs of a stronger economy that could help push the Federal Reserve to ease its monetary stimulus.
Thursday's data bolsters the view that economic growth could pick up after a dismal first half of the year in which consumers were smacked by tax hikes and deep cuts in the federal budget.
"This is an encouraging sign heading into the second half of the year," said Ryan Sweet, senior economist at Moody's Analytics in West Chester, Pennsylvania.
Fed Chairman Ben Bernanke expects the economy will gather enough steam by the end of the year for the Fed to begin scaling back a bond-purchase program it has used to push down borrowing costs, and Thursday's data appeared to support his case.
The Philadelphia Federal Reserve Bank said factory activity in eastern Pennsylvania, southern New Jersey and Delaware rose to its highest level in more than two years as employment and shipments picked up.
The bank's index of business activity index rose to 19.8 from 12.5 in June, far exceeding economists' expectations. Any reading above zero indicates expansion in the region's manufacturing.
The report adds to early signs that U.S. manufacturing is expanding despite weakness in the global economy. The New York Fed said on Monday factory activity accelerated in New York state in July.
LABOR MARKET RESILIENCE
In a separate report, the Labor Department said initial claims for state unemployment benefits dropped by 24,000 to a seasonally adjusted 334,000. It was the lowest reading since May and a steeper fall than analysts had expected.
The drop in new claims was the latest data to point to resilience in the labor market. While Washington's austerity measures appear to have dragged heavily on growth in the first and second quarters, the pace of hiring has barely slowed, with employers adding 195,000 jobs in June.
At the same time, the labor market data from last week was clouded by seasonal factors. Readings for claims can be volatile in July because many auto factories close to retool, and it is difficult for the government to adjust the data for seasonal swings because shutdown schedules vary from year to year.
Still, a four-week average of new claims, which smoothes out volatility, fell 5,250 from a week earlier.
"This is still consistent with moderate job growth," said Scott Brown, chief economist at Raymond James in St. Petersburg, Florida.
The dollar extended a rally against the yen and yields rose for long-term U.S. government debt, signs that investors were betting on tighter monetary policy in the future. U.S. stocks rose to record highs after investment bank Morgan Stanley posted stronger-than-expected profits.
The jobless claims data covered the same week in which the Labor Department looks at employers' payrolls to estimate how many jobs the economy added during the full month. Compared to the survey week for last month, the four-week average for claims was 0.7 percent lower last week.
A third report showed a gauge of future U.S. economic activity held at a near five-year high, with the Conference Board's Leading Economic Index flat at 95.3 last month.
Bernanke, who appeared before lawmakers for the second straight day on Thursday, repeated his message that the Fed would only begin withdrawing its support if the economy improves as much as policymakers expect.
In a potentially negative sign for the labor market, the Labor Department said the number of people still receiving benefits under regular state programs after an initial week of aid rose 91,000 to 3.1 million in the week ended July 6.
However, analysts said the increase could also be related to difficulties in adjusting the data for seasonal swings around America's July 4 holiday.
(This story is corrected to show jobless claims at lowest level since May, not March)
(Reporting by Jason Lange; Additional reporting by Rodrigo Campos and Richard Leong in New York; Editing by Andrea Ricci and Neil Stempleman)

Sumber :
 http://www.reuters.com/article/2013/07/18/us-usa-economy-idUSBRE96A0G320130718