Sabtu, 21 Mei 2011

(BPR) Peluang Biayai UMKM Masih Besar

JAKARTA, KOMPAS - Peluang Bank Perkreditan Rakyat membiayai usaha mikro, kecil, dan menengah masih sangat besar.  Dari 52,764 juta UMKM di Indonesia, baru 24,887 juta yang menjadi nasabah bank. 
  Ketua Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia Joko Suyanto mengemukakan hal itu dalam Indonesia Banking Expo di Jakarta,Jumat(13/5)
  "Masih ada peluang 52,83 persen dari total UMKM(usaha mikro kecil, dan menegah) atau 27,877 unit UMKM yang bisa dibiayai BPR (Bank Perkreditan Rakyat)", kata Joko.
   BPR dapat memanfaatkan peluang itu karena memiliki kedekatan dengan UMKM. Namun, Joko mengakui, untuk memanfaatkan seluruh peluang yang ada, modal yang dimiliki BPR sangat terbatas.
   Keterbatasan modal itu dibenarkan oleh Direktur Kredit,BPR, dan UMKM Bank Indonesia Edy Setiadi. Sekitar 90,6 persen dari 1.679 BPR di Indonesia memiliki modal disetor kurang dari Rp 5 miliar. Kondisi ini berpengaruh terhadap kapasitas pembiayaan.
    Saat ini, pangsa kredit BPR untuk UMKM hanya 4,7 persen meskipun 51,04 persen dari total kredit BPR disalurkan untuk UMKM. Per Maret 2011, kredit yang disalurkan BPR sebesar Rp 35,668 triliun.
    BI tengah membahas rencana menaikkan modal minimum BPR yang saat ini Rp 500 juta-Rp 5 miliar, bergantung daerah. Nantinya, modal akan menjadi 2,5 kali modal saat ini. Namun, kenaikan modal tersebut berbeda-beda untuk setiap daerah.
      Edy menyebutkan pembobolan sebagai faktor dominan penyebab BPR dilikuidasi. Hal itu berhubungan dengan integritas sebagian pemilik dan pengelola BPR yang masih rendah.
     "Saatnya BPR yang sudah besar memiliki direktur kepatuhan. Harus dilakukan kontrol internal karena beberapa kebocoran terjadi di BPR," ujar Edy.
      Diperkirakan, dari sisi aset, 80-an BPR atau 5 persen dari 1.679 BPR memiliki aset cukup besar. Dengan kebutuhan direktur kepatuhan itu, Peraturan Bank Indonesia mengenai BPR harus diubah.
     Joko menyatakan, tambahan direktur kepatuhan akan meningkatkan biaya operasional BPR. Namun, ia mengakui, kontrol internal adalah masalah serius yang harus dipikirkan BPR.
     Lembaga Penjamin Simpanan menyebutkan, sebanyak 10 BPR dilikuidasi pada 2010. Sebagian besar akibat pembobolan. (IDR)

Sumber:
KOMPAS, SABTU, 14 Mei 2011
Halaman 20

Dikutip pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 21/05/2011 
Jam : 20.00 WIB

www.gunadarma.ac.id

Selasa, 10 Mei 2011

Perekonomian daerah di Indonesia

Tinggi atau rendahnya suatu Perekonomian di suatu negara dapat dilihat dari berbagai aspek, salah satunya adalah dengan melihat Tingkat Pendapatan PerKapita di suatu  Negara tersebut. Menurut Badan Pusat(BPS) Pendapatan PerKapita biasa digunakan pada tingkat nasional sedangkan pada tingkat daerah tersedia PDRB perkapita. Berikut ini adalah data mengenai "Produk Domestik Regional Bruto perkapita Atas dasar Harga Konstan 2000 Menurut Provinsi,2005-2009(Ribu/Rupiah)":
Di daerah Sumatera digolongkan menjadi 10 Provinsi, yaitu :
  1. Prov.Aceh pada tahun 2005 PDRB perkapitanya  sebesar 8.886, pada tahun 2006 sebesar 8.873, pada tahun 2007 sebesar 8.519, pada tahun 2008 sebesar 7.938 dan pada tahun 2009 sebesar 7.376
  2. Prov.Sumatera Utara(Sumut) pada tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 7.078, pada tahun 2006 sebesar 7.393, tahun 2007 sebesar 7.775, pada tahun 2008 sebesar 8.141 dan pada tahun 2009 PDRB perkapitanya sebesar 8.421
  3. Prov.Sumatera Barat(Sumbar) pada tahun 2005 pendapatan perkapitanya sebesar 6.385, tahun 2006 sebesar 6.681,pada tahun 2007 sebesar 7.006,tahun 2008 sebesar 7.350 dan pada tahun 2009 sebesar 7.553
  4. Prov.Riau pada tahun 2005 pendapatan perkapitanya sebesar 16.396,dan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. tahun 2006 sebesar 16.832, tahun 2007 sebesar 17.001, tahun 2008 sebesar 17.553 dan pada tahun 2009 pendapatan perkapitanya sebesar 17.663
  5. Prov. Jambi pada tahun 2005 pendapatan perkapitanya sebesar 4.762,pada tahun 2006 sebesar 4.956,tahun 2007 sebesar 5.206, tahun 2008 sebesar 5.486 dan pada tahun 2009 sebesar 5.741
  6. Prov. Sumatera Selatan(Sumsel) tingkat pendapatan perkapitanya di tahun 2005 sebesar 7.282, tahun 2006 7.548, pada tahun 2007 sebesar 7.872,tahun 2008 sebesar 8.153 dan pada tahun 2009 sebesar 8.369
  7. Prov.Bengkulu pada tahun 2005 sebesar 3.984,tahun 2006 sebesar 4.154, tahun 2007 sebesar 4.353 pada tahun 2008 sebesar 4.497 dan pada tahun 2009 sebesar 4.609
  8. Prov.Lampung PDRB perkapita pada tahun 2005 sebesar 4.148, tahun 2006 sebesar 4.293,pada tahun 2007 sebesar 4.485, pada tahun 2008 sebesar 4.656 dan pada tahun 2009 sebesar 4.827
  9. Prov.Kep.Bangka Belitung PDRB perkapitanya pada tahun 2005 sebesar 8.101,pada tahun 2006 sebesar 8.300,tahun 2007 sebesar 8.552,tahun 2008 sebesar  8.810 dan pada tahun 2009 menunjukkan sebesar 8.996
  10. Prov.Kep.Riau pada tahun 2005 Pdrb perkapitanya sebesar 23.756, pada tahun 2006 sebesar 24.304,pada tahun 2007 sebesar 24.922, pada tahun 2008 sebesar 25.478 dan pada tahun 2009 sebesar 25.291 
Didaerah Jawa dibagi menjadi 6 provinsi, yaitu:
  1. Prov.DKI Jakarta PDRB perkapitanya pada tahun 2005 sebesar 33.205, pada tahun 2006 sebesar 34.837, pada tahun 2007 sebesar 36.733, pada tahun 2008 38.671 dan pada tahun 2009 sebesar 40.269
  2. Prov.Jawa barat pada tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 6.204, pada tahun 2006 sebesar 6.480, pada tahun 2007 sebesar 6.799, pada tahun 2008 sebesar 7.092 dan pada tahun 2009 sebesar 7.292
  3. Prov. Jawa Tengah PDRB perkapitanya pada tahun 2005 sebesar 4.488, tahun 2006 sebesar 4.690, pada tahun 2007 sebesar 4.914,pada tahun 2008 sebesar 5.143 dan pada tahun 20009 sebesar 5.346
  4. Prov.DI. Yogyakarta pada tahun 2005 mempunyai PDRB perkapitanya sebesar 5.025, pada tahun 2006 sebesar 5.157, pada tahun 2007 sebesar 5.326, pada tahun 2008 sebesar 5.538 dan pada tahun 2009 sebesar 5.726
  5. Prov. Jawa,  Timur pada tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 7.027, pada tahun 2006 sebesar 7.393, pada tahun 2007 sebesar 7.801, pada tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi sebesar 8.220 dan pada tahun 2009 sebesar 8.588
  6. Prov. Banten di tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 6.406, pada tahun 2006 sebesar 6.634, pada tahun 2007 sebesar 6.903,  pada tahun 2008 sebesar 7.165 dan pada tahun 2009 menjadi sebesar 7.363
Di Bali hanya ada 1 Provinsi, yaitu :
  1. Prov.Bali yang mempunyai PDRB perkapitanya di tahun 2005 sebesar 6.188, pada tahun 2006 sebesar 6.444, ,pada tahun 2007 sebesar 6.752, pada tahun 2008 sebesar 7.082, dan pada tahun 2009 sebesar 7.386
Di Daerah Kalimantan dibagi menjadi  4 Provinsi, yaitu:
  1. Prov.Kalimantan Barat yang mempunyai PDRB per kapita pada tahun 2005 sebesar 5.830,pada tahun 2006 sebesar 6.030, pada tahun 2007 sebesar 6.285, tahun 2008 sebesar 6.515 dan pada tahun 2009 sebesar 6.715
  2. Prov.Kalimantan Tengah pada tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 7.125, pada tahun 2006 sebesar 6.030, pada tahun 2007 sebesar 7.767, pada tahun 2008 sebesar 8.130 dan pada tahun 2009 sebesar 8.458
  3. Prov. Kalimantan Selatan  PDRB perkapitanya pada tahun 2005 sebesar 7.066, pada tahun 2006 7.307, pada tahun 2007 sebesar 7.632, pada tahun 2008 sebesar 7.990 dan pada tahun 2009 sebesar 8.272
  4. Prov. Kalimantan Timur PDRB perkapita pada tahun 2005 sebesar 32.537, pada tahun 2006 sebesar 32.689, pada tahun 2007 sebesar 32.527, pada tahun 2008 sebesar 33.316 dan pada tahun 2009 sebesar 33.333. Provinsi ini merupakan Provinsi yang mempunyai PDRB per kapita paling tinggi dibandingkan dengan PDRB per kapita di Daerah Kalimantan yang lain.
Di Daerah Sulawesi dibagi menjadi 6 Provinsi, yaitu :
  1. Prov.Sulawesi Utara mempunyai PDRB per kapita pada tahun 2005 sebesar 5.945, pada tahun 2006 sebesar 6.222, pada tahun 2007 sebesar 6.559, pada tahun 2008 sebesar 6.988 dan pada tahun 2009 sebesar 7.465
  2. Prov.Sulawesi Tengah yang mempunyai PDRB perkapita pada tahun 2005 sebesar 5.083, pada tahun 2006 sebesar 5.383, pada tahun 2007 sebesar 5.711, pada tahun 2008 sebeesar 6.047 dan pada tahun 2009 sebesar 6.400
  3. Prov.Sulawesi Selatan pada tahun 2005 PDRB perkapita sebesar 4.863, pada tahun 2006 sebesar 5.118, pada tahun 2007 sebesar 5.368, pada tahun 2008 sebesar 5.708 dan pada tahun 2009 5.983
  4. Prov.Sulawesi Tenggara tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 4.126, pada tahun 2006 sebesar 4.347, pada tahun 4.594, pada tahun 2008 sebesar 4.824 dan pada tahun 2009 sebesar 5.084
  5. Prov.Gorontalo mempunyai PDRB perkapita pada tahun 2005 sebesar 2.166, pada tahun 2006 sebesar 2.294, pada tahun 2007 sebesar 2.36, pada tahun 2008 sebesar 2.593 dan pada tahun 2009 sebesar 2.755
  6. Prov. Sulawesi Barat tahun 2005 PDRB perkapita sebesar 3.152, pada tahun 2006 sebesar 3.317, tahun 2007 sebesar 3.509, tahun 2008 sebesar 3.751 dan pada tahun 2009 sebesar 3.919
Di Daerah lainnya(diluar Pulau Jawa&Bali) dibagi menjadi 6 Provinsi, yaitu:
  1.  Prov. Nusa Tenggara Barat(NTB) pada tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 3.660, pada tahun 2006 sebesar 3.697, pada tahun 2007 sebesar 3.813, pada tahun 2008 sebesar 3.850 dan pada tahun 2009 sebesar 4.130
  2. Prov.Nusa Tenggara Timur(NTT) pada tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 2.306, pada tahun 2006 sebesar 2.376,pada tahun 2007 sebesar 2.451, pada tahun 2008 dan 2009 sebesar 2.520&2.578
  3. Prov. Maluku pada tahun 2005 PDRb perkapitanya sebesar 2.577, pada tahun 2006 sebesar 2.680, pada tahun 2007 sebesar 2.791 ,pada tahun 2008 sebesar 2.867 dan tahun 2009 sebesar 2.981
  4. Prov.Maluku Utara PDRB perkapita tahun 2005 sebesar 2.447, tahun 2006 sebesar 2.540, tahun 2007 sebesar 2.649, tahun 2008 sebesar 2.762 dan tahun 2009 sebesar 2.882
  5. Prov.Papua Barat PDRB perkapita pada tahun 2005 sebesar 7.712, pada tahun 2006 sebesar 7.903, tahun 2007 sebesar 8.288, tahun 2008 sebesar 8.725 dan pada tahun 2009 sebesar 9.099
  6. Sedangkan di Prov. Papua tahun 2005 PDRB perkapitanya sebesar 11.479, tahun 2006 sebesar 9.318, tahun 2007 sebesar 9.526,tahun 2008 sebesar 9.264 dan pada tahun 2009 sebesar 10.931
Jadi, Rata-rata PDRB perkapita di daerah Sumatera pada tahun 2005 sebesar 7.970, tahun 2006 sebesar 8.245, tahun 2007 sebesar 8.508, tahun 2008 sebesar 8.778, dan tahun 2009 sebesar 8.930. Rata-rata PDRB perkapita di daerah Jawa pada tahun 2005 sebesar 7.860, tahun 2006 sebesar 8.228, tahun2007 sebesar 8.648, tahun 2008 sebesar 9.067 dan tahun 2009 sebesar 9.407, sedangkan jika Provinsi di Daerah Jawa dan Bali digabungkan maka rata-rata PDRB perkapitanya pada tahun 2005 akan menjadi sebesar 7.817, tahun 2006 sebesar 8.182, tahun 2007 sebesar 8.599, tahun 2008 sebesar 9.016, dan tahun 2009 sebesar 9.335. Rata-rata PDRB perkapita di Daerah Kalimantan pada tahun 2005 sebesar 12.699, tahun 2006 sebesar 12.949, tahun 2007 sebesar 13.171, tahun 2008 13.625 dan tahun 2009 sebesar 13.857. Rata-rata PDRB perkapita di Daerah Sulawesi pada tahun 2005 sebesar 4.685, pada tahun 2006 sebesar 4.931, tahun 2007 sebesar 5.193,tahun 2008 sebesar 5.513 dan tahun 2009 sebesar 5.810. Rata-rata PDRB perkapita menurut daerah lainnya (NTB,NTT,Maluku,Malkut,Papua Barat, Papua)  pada tahun 2005 sebesar 4.389, tahun 2006 sebesar 4.136, tahun 2007 sebesar 4.267, tahun 2008 sebesar 4.303 dan tahun 2009 sebesar 4.695. Sedangkan Jumlah Total dari PDRB perkapita dari 33 Provinsi adalah Tahun 2005 sebesar 7.688, Tahun 2006 sebesar 7.982, Tahun 2007 sebesar 8.326, Tahun 2008
sebesar 8.683 dan Tahun 2009 sebesar 8.975. PDB Indonesianya dari tahun 2005-2009 menjadi sebesar : 7.964,8.292,8.706,9.112,dan 9.409




Sumber : www.bps.go.id
Hari : Selasa
Tanggal :10-May-2011
jam : 21.00

    Jumat, 04 Maret 2011

    Rangkuman Sistem Ekonomi Indonesia

    Sistem Ekonomi Indonesia

    Sistem Ekonomi adalah ssalah satu alat guna mencapai tujuan kehidupan bersama suatu bangsa atau negara. Menurut Grossman(1984), sebuah sistem ekonomi dikatakan baik bila dilihat dari dua aspek :
    - Dayatahan dan daya adaptasi(adjustment and adaption capabilities)
    - Unjuk prestasi (perfomance)
    Pergumulan pemikiran ttg sistem ekonomi apa yang sebaiknya digunakan oleh suatu perekonomian negara adalah proses yang tidak pernah berhenti demikian juga halnya di Indonesia.Pergumulan itu tercermin dari evolusi pemikiran ttg sistem ekonomi Pancasila (SEP). Menurut para ahli misalnya Sri-Edi Swasono (1985) pergulatan pemikiran ttg SEP pada hakikatnya merupakan dinamika penafsiran ttg pasal-pasal ekonomi dalam UUD 1945.
    Pasal-pasal Ekonomi dalam UUD 1945
    Dalam pidato Wakil Presiden RI dalam konferensi ekonomi di Yogyakarta  pada tanggal 3 Februari 1946 ditegaskan bahwa dasar sistem perekonomian Indonesia adalah pasal 33 UUD 1945.
    Ada tiga pasal yang dianggap memberika fondasi tentang SEP, yaitu pasal 33 dan pasal 23, pasal 34 UUD 1945
    .Pasal 33
    Ayat (1):Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asa kekeluargaan.
    Ayat(2) : Caban-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
    Ayat(3): Bumi dan air dan kekayaan alam yang terlindung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
    Dengan demikian menjadi jelas bahwa pengertian "menguasai hajat hidup orang banyak "adalah pengertian yang dinamis,pengertian yang isi kongkretnya berkembang. Mengenai hal itu pemerintah telah merumuskan melalui Undang-Undang No.1 TAHUN 1967 mengenai Penanaman Modal, yang anatara lain menyatakan: "...bidang-bidang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak adalah:
    1. pelabuhan-pelabuhan
    2. produksi,transmisi dan distribusi tenaga listrik untuk umum
    3. telekomunikasi
    4. pelayanan
    5. penerbangan
    6. air minum
    7. kereta api umum
    8. pembangkit tenaga atom
    9. media massa
    Untuk itu negara memerlukan pengaturan tentang keuangan negara  sebab tanpa keuangan, negara tidak dapat menjalankan fungsinya. UUD 1945 Pasal 23 memberikan pengaturan tentang itu.
    Pasal 23 ayat (1)
    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ditetapkan tiap-tiap tahun dengan Undang-Undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran tahun yang lalu.

    Ayat (!) pasal 23 dapat ditfsirkan bahwa keputusan pemerintah tentang anggaran harus berdasarkan hak dan kedaulatan rakyat,yang diwakili oleh para anggota DPR.

    Pasal 27 Ayat (2)Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

      Dari begitu banyak pemikiran tentang SEP, hanya beberapa yang dibahas ringkas

    1) Pemikiran Mohammad Hatta
    Bung Hatta dikenal sebagai perumus pasal 33 UUUD 1945, hal yang mendasari bung Hatta menyusun pasal 33 adalah pengalaman pahit bangsa Indonesia yang dijajah bangsa yang menganut paham Kapitalis-Liberalis. Karena itu menurut Moh.Hatta sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia harus berdasarkan kekeluargaan dengan membangun usaha Koperasi.

    2) Pemikiran Wilopo
    Menurut Wilopo , Pasal 33 memiliki arti SEP sangat menolak sistem liberal. karena itu SEP juga menolak sektor swasta yang merupakan penggerak utama sistem ekonomi kapitalis -Liberal. Penolakan ini berakar pada kekhawatiran bahwa sektor swasta akan memnunculkan masalah eksploitasi kaum kaya /pemilik modal terhadap kaum lemah / buruh.

    3) Pemikiran Widjojo Nitisastro
    Menurut Widjojo, pasal 33 UUUD 1945 jangan ditafsirkan sebagai penolakan terhadap sektor swasta . Justru dalam SEP sektor swasta diberikan kesempatan brkembang sesuai dengan pasal 27. Dengan demikian sektor swasta dapat turut berperan dalam proses pertumbuhan dan pemerataan. Agar sektor swasta tidak menjadi eksploitatif peranan negara amat penting dalam memimpin da melaksanakan pembangunan ekonomi.
    4) Pemikiran Mubyartop
    Menurut Mubyarto , SEP adalah sistem yang bukan kapitalis dan juga bukan sosialis. Salahsatu perbedaan SEP dengan kapitalis atau sosialis ,manusia dipandang sebagai makhluk rasional yang memiliki kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan akanmateri saja.. Asumsi ini tidak cocok untuk membangun SEP. Karena itu, Mubyarto menyusun sebuah konsep yang ideal tentang manusia Pancasila.. Menurutnya Manusia Pancasila adalah manusia yang selalu meyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani,baik karena dorongan rasional maupunmoralitas.

    5) Pemikiran Emil Salim
    Konsep Emil Salim tentang SEP sangat sederhana , yaitu sistem ekonomi pasar dan perencanaan, Menurut Emil Salim, di dalam sistem tersebutlah tercapai keseimbangan antara sistem komando dengan sistem pasar.

    Sistem ekonomi Indonesia sudah cukup jelas dirumuskn oleh tokoh-tokoh pemerintahan pada awal Republik Indonesia berdiri. Dalam perkembangannya ,pembicaraan tentangsistem ekonomi Indonesia tidak hanya berkisar pada system ekonomi campuran tetapi mengarah ke suatu bentuk baru yang disebut dengan Sistem Ekonomi Pancasila.

    Ciri-Ciri SI\istem E konomi Pancasila
    Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila yang sering disebut pula sebagai Demokrasi Ekonomisecara garis besar ada empat sebagai berikut:
    a) Peranan negara penting, tetapi tidak dominan. Maksudnya agar dapat dicegah timbulnya sistemliberal.  Dalam Sistem Ekonomi Pancasila, usaha negara dan swasta tumbuh berdampingan dan secara seimbang.

    b) Sistem ekonomi tidak didominasi oleh modal dah tidak didominasi buruh. Sistem ekonomi didasarkan atas asas kekeluargaan menurut keakraban hubungan antarmanusia.

    c) Masyarakat memegang peranan penting. Maksudnya produksi dikerjakan oleh semua dan di bawah pimpinan atau pengawasanangota-anggota masyarakat.

    d) Negara menguasai  Bumi,air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.


    www.gunadarma.ac.id

    sumber : Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi),edisi ketiga/Bab 24 "Sistem Ekonomi Indonesia, hal 477-487.

    Hari: Sabtu
    tanggal :05/03/2011
    jam :13.00

    Tugas 1( Sistem Ekonomi)

    Sistem Ekonomi Indonesia

    Definisi Ekonomi menurut pakar :
    Menurut Gregory Grossman (1984) yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah
    "... system is the notion that the various parts and components (economics units and agents,institutions) not only interconnect and interact but do so with a certain degree of mutual consistency and coherence..."(Gregory Grossman,1984,halaman 15)

    Sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga (institusi-institusi) ekonomi, yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melain kan juga sampai tingkat tertentu saling menopang dan memengaruhi.
    sumber: Buku Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi) / Prathama Rahardja dan Mandala Manurung
    jam:09.00

    Menurut Dosen Drs.Wahyu Hidayat R.M.M
    Sistem ekonomi adalah mencakup seluruh proses dan kegiatan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai kemakmuran

    sumber: 
    www.docstoc.com/docs/22434179/konsep-sistem-ekonomi
    jam:09.25


    Menurut Damairy(1966)
    Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antara manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakan  pula bahwa sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan  falsafah pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.
    sumber :www.scribd.com/doc/19623974/sistem-ekonomi-indonesia
    jam:09.31

    Macam-macam Sistem Ekonomi
    1.  Sistem Tradisi (Tradition Economy)

    Mekanisme koordinasi berdasarkan tradisi berlaku dalam perekonomian yang masih ada sangat sederhana, dimana kegiatan ekonomi sangat terbatas jumlah penduduk masih sangat sedikit dan saling mengenal. kekeluargaaanya pun sangat kuat.skala produksi masih sangat kecil/hanya cukup untuk memenuhikebutuhan sendiri.Kelebihan produksi akan ditukarkan(barter) dengan produksi lain dari keluarga/ nit ekonomi yang lain. dalam sistem ekonomi tradisi masalah terbesar yang dihadapi adalah rendahnya inovasi dan produktivitas serta begitu buruknya distribusi pendapatan.

    2. Sistem Komando (Commmand Economy)
    Dikatakan sistem komando karena mekanisme koordinasinya memang berdasarkan komando pusat kekuasaan(central authority). Semua kegiatannya yang penting: Produksi, Konsumsi, dan distribusi.

    3. Sistem Ekonomi Pasar(Market Economy)
    Sistem Ekonomi pasar mengandalkan interaksi kekuatan permintaan-penawaran sebagai alat alokasi yang efisien. indikator yang digunakan parapelaku ekonomi adalah tingkat harga dan perubahannya. 
    Kelebihan(kekuatan)dari sistem ekonomi pasar adalah kecilnya peranan pemerintah yang berarti juga menekan biaya-biaya birokrasi.

    4.Sistem Kapitalis (Capitalist Economy)
    Sistem ekonomi Kapitalis (capitalist economy) adalah sistem ekonomi yang aset-aset produktif dan atau faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.

    5. Sistem Sosialis(Socialist Economy)
    Sistem sosialis berpandangan kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila terfondasikan kemakmuran bersama. Konsekuensinya penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor ekonomi harus ditekan sedikit mungkin. itulah sebabnya dalam masyarakat sosialis sebagian besar kepemilikan merupakan kpemilikan sosial (social property). Variasi ideologi Sosialisme sangat beragam ada yang berlandaskan agama (sosialisme-religius), atau yang berlandaskan asas demokrasi |(sosialisme-demokratis). tetapi yang paling banyak dibicarakan karena pengaruhnya sangat besar  adalah Sosialisme yang berdasarkan ajaran Marxisme dan Komunisme.

    6. Sistem Campuran (Mixed Economy)
    Sistem ekonomi campuran  adalah pengkombinasian kekuatan sistem sosialis dan sistem kapitalis ,sekaligus mereduksi atau saling menutupi kelemahan-kelemahan kedua sistem tersebut.

     www.gunadarma.ac.id

    sumber:
    • Prathama Rahardja dan Mandala Manurung/Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi), edisi ketiga/bab 23"Sistem-sistem ekonomi:Suatu perbandingan" hal 463-476.
    • http://www.docstoc.com/docs/22434179/konsep-sistem-ekonomi
    • http://www.scribd.com/doc/19623974/sistem-ekonomi-indonesia
    • http://wulandariplace.blogspot.com/
    Hari :Minggu
    Jam :09.40

    Kamis, 06 Januari 2011

    tugas 9

    1.Jelaskan tentang Siklus hidup produk (Product life cycle) ?








    Tahap Perkenalan (Introduction):
    Penjualan rendah, Biaya tinggi, Laba negatif, Pelanggan inovatif, Pesaing sedikit.

    Tahap Pertumbuhan (Growth):
    Penjualan menanjak, Biaya moderat, Laba meningkat, Pelanggan pemula, Pesaing meningkat.

    Tahap Kematangan(Maturity):
    Penjualan puncak, Biaya rendah, Laba tinggi, Pelanggan mayoritas, Pesaing stabil.

    Tahap Kemunduran (Decline) :
    Penjualan menurun, Biaya rendah, Laba menurun, Pelanggan terlambat,Pesaing berkurang.

    2. Tahap keberapa produk dikatakan sebagai Leader product? Sebutkan contohnya !
    Pada tahap ketiga atau pada tahap kematangan karena pada tahap ini penjualan mencapai puncak, dengan biaya rendah sehingga menghasilkan Laba yang tinggi pelanggan pun mayoritas dan pesaing stabil sehingga pada tahap ini disebut dengan "Leader Product".
    contohnya:
    Produk Minuman : Aqua
    Produk Mie: Indomie
    Produk Anti Nyamuk: Autan

    3.Mengapa perlu diadakan diversifikasi produk?

    Diversifikasi adalah penambahan produk baru yang mempunyai fungsi produk,proses produksi atau teknologi, dan atau sasaran pasarnya berbeda dengan produk lama, dan sebagai perbandingan dengan produk yang lama sehingga dapat memperbaiki kesalahan/kekurangan-kekurangan yang terjadi pada proses produksi yang lama.

    sumber dari:
    www.google.com
    seri diktat kuliah "Dasar Pemasaran" Teguh Budiarto BAB 6 'PRODUK' Hal.74
    www.gunadarma.ac.id

    Jumat, 24 Desember 2010

    tugas 8

    1.  Dalam bisnis internasioanal dikenal dua transaksi bisnis internasional yaitu : 
    a).Perdagangan Internasional( Internasional trade)
    b).Pemasaran Internasional (Internasional Marketing)
    Perbedaan dari kedua jenis transaksi tersebut adalah:

    a). Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.

    b). Pemasaran Internasional  adalah kegiatan pemasar untuk melakukan bisnis yang operasinya melewati batas0-batas lebih dari satu negara.

          2.  Coba jelaskan bagaimana tahap-tahap dalam memasuki bisnis internasional dimulai dari tahapan yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahapan yang paling kompleks. (6)

    • Ekspor Insidentil (incident at export)
    Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negri asing itu.
    • Ekspor Aktif (active export)
    Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut  ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan internasional tersebut.Dalam tahap aktif ini perusahaan negri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak bersikap pasif seperti pada tahap awal sehingga tahap ini disebut dengan "tahap aktif".
    • Penjualan Lisensi (Licencing)
     Tahap berikutnya adalah tahap penjualan lisensi. Dalam tahap ini negara pendatang menjual lisensi atau merk dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merk atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku dan peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
    • Franchising
    Tahap berikutnya adalah merupakan tahap yang lebih aktif  lagi yaitu perusahaan di suatu negara tidak hanya menjual lisensi atau merk dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi,resep-resep campuran proses produksinya,pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk "Franchising".

    • Pemasaran di Luar Negri
    Tahap berikutnya adalah pemasaran di luar negri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) haruslah betul-betul secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negri asing (Home Country). Lain dengan tahap-tahap sebelumnya maka manajemen perusahaan masih  tetap berada dalam tanggung jawab dari perusahaan di negara penerima.

    • Produksi dan Pemasaran di Luar Negri (Total Internasional Business)
    Tahap yang paling akhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu tahap "Produksi dan Pemasaran di Luar Negri". Tahap ini juga disebut sebagai "Total Internasional Business". Bentuk inilah yang menimbulkan MNC(Multy Nasional Corporation)yaitu perusahaan multinasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negri asing itu lengkap dengan segala modalnya, lalu melakukan proses produksi di negri itu, kemudian menjual hasil produksinya di negri itu juga dan bahkan mungkin lalu dijualnya ke negara asing lagi sebagai ekspor dari negri penerima tersebut. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut yang pada umumnya negara berkembang masih miskin dana untuk pengembangan bangsanya.

          3.   Hambatan apa saja yang timbul dalam memasuki bisnis internasional ?
    • Batasan perdagangan dan Tarif Bea masuk
    • Perbedaan Bahasa, Sosial Budaya/Kultural
    • Hambatan Politik, Hukum dan Perundang-undangan
    • Hamabatan Operasional
     
     sumber dari:
    www.wikipedia.com
    www.google.com


    www.gunadarma.ac.id

    Sabtu, 18 Desember 2010

    tugas 5

    1. Sebutkan perbedaan dari manajemen dan organisasi?
    • manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan,mengorganisasikan, mengarahkan,mengkoordinasikan dan mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    • organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
          2.Mengapa manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap aktivitas kita? jelaskan!

    Karena fungsi dari manajemen itu sendiri adalah to manage yang berarti memanage atau mengatur. Dan setiap orang perlu atau membutuhkan perencanaan sebelum mengerjakan atau membuat sesuatu karena dengan perencaanaan kita bisa menjadikannya sebagai penentu arah atau pedoman untuk sesuatu sesuatu yang kita kerjakan agar mencapai tujuan yang diinginkan.

          3. Apa yang dimaksud dengan manajer yang efisien dan manajemen efektif?
    Manajer yang efisien yaitu seorang manajer yang mempunyai kemampuan atau dapat menghasilkan input yang lebih besar dibanding outputnya. Atau bisa juga dikatakan bahwa seorang manajer yang efisien yaitu manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumber daya yang ada untuk mencapai keluaran yang  telah ditentukan. Sedangkan Manajer yang efektif yaitu seorang manajer yang dapat memilih pekerjaan san metode yang tepat di dalam pencapaian tujuan.

         4. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dalam dirimu!
    • Diri sendiri
    • Orang tua&keluarga
    • Cita-cita
    • Keinginan untuk maju
    • Mencapai sesuatu yang lebih baik lagi
    sumber: seri diktat kuliah "Pengantar Bisnis" Widyatmini bab 2. Manajemen dan Organisasi hal 25

    www.gumadarma.ac.id